Blog ini milik YC1LBQ

Callsign Lookups by QRZ

Recent Callsign Lookups
by Callsign

5 Tips Menggunakan Radio Komunikasi di Mobil

Dalam kondisi terentu, memasang radio komunikasi (rakom) di mobil itu suatu keharusan. Kondisi lalu lintas dan jalan serta kondisi cuaca yang tidak bisa diduga membuat rakom bisa menjadi pilihan alat komunikasi ketika touring atau sekedar perjalanan rutin dalam kota.
Antena radio komunikasi terpassang di bagasi belakang mobil.
Antena radio komunikasi terpassang di bagasi belakang mobil.
Namun demikian, ternyata memasang rakom di mobil tidak asal pasang saja, ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Berikut ini 5 tips menggunakan radio komunikasi di mobil.

Pastikan rakom berikut perlengakapannya terpasang baik secara teknis.
Komunikasi menggunakan rakom itu artinya memanfaatkan frekuensi dengan penghantar gelombang radio yang dipancarkan dan diterima oleh antena yang diteruskan ke rakom. Prinsip kerja yang baik adalah bekerja pada frekuensi tertentu dengan VSWR dan impedansi yang baik sehingga bisa resonansi dengan pengguna rakom lainnya pada frekuensi yang sama.

Untuk memastikan rakom terpasang baik secara teknis, diperlukan alat ukur minimal menggunakan SWR meter untuk melakukan proses matching antena. Lebih baik lagi menggunakan analizer supaya impedansi bisa ketahuan secara tepat. Impedansi yang biak adalah sebesar 50 ohm, mulai kabel sampai antena.

Selanjutnya, pastikan penempatan antena secara benar dan tidak mengganggu kendaraan. Lokasi antena yang paling baik adalah tepat di tengah atap mobil. Kekurangan dan kelebihan penempatan antena berdasarkan posisi di mobil dapat dilihat di gambar di bawah ini.

Alternatif memasang antena di mobil. Sumber foto : Kaskus.  http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000009183479/diskusi-antena-pemancar/119
Alternatif memasang antena di mobil. Sumber foto : Kaskus.
Pastikan pemasang kabel power dan antena sudah rapi dan aman supaya tidak terjadi konslet yang bisa membahayakan. Pasang rakom di kabin atau dashboard yang mudah dijangkau dan tidak membahayakan pengemudi.

Memiliki izin komunikasi radio (Call Sign)
Secara aturan, frekuensi radio adalah hal strategis, makanya untuk menggunakan frekuensi radio seharusnya sudah memiliki izin penggunaan frekuensi. Dengan memiliki call sign, kita akan diterima dengan baik di frekuensi dan daerah lain sesuai dengan alokasi frekuensi izin yang dimiliki.

Di Indonesia, izin komunikasi radio bisa bergabung dengan ORARI ataupun RAPI. Masing-masing memiliki alokasi frekuensi dan izin power (watts) yang berbeda. Pada prinsipnya sama, pemerintah memberikan izin kepada pemilik call sign untuk menggunakan frekuensi radio. Yang berbeda adalah RAPI tidak diizinkan berkomunikasi dengan luar negeri, nah ORARI diizinkan berkomunikasi dengan luar negeri.

Prosesnya dapat mendatangi pengurus setempat untuk mendaftarkan. Untuk ORARI harus mengikuti dulu ujian kecakapan amatir radio yang biasanya dilaksanakan setahun sekali, setelah lulus ujian baru memproses izin. Untuk RAPI bisa mengikuti bimbingan organisasi dulu dan selanjutnya memproses izin

Pastikan keamanan berkendara ketika komunikasi.
Untuk menghindari kecelakaan, sebaiknya dipasang handsfree dari rakom ke ekstra mic agar tangan pengemudi dapat bergerak bebas untuk mengemudi. Sebaiknya memang tidak melakukan komunikasi ketika mengemudikan kendaraan.

Ketahui frekuensi lokal dan frekuensi repeater setempat.
Buat catatan kecil di mobil yang menuliskan frekuensi kerja lokal-lokal tempat yang sering dilewati. Selain frekuensi lokal, catat juga frekuensi repeater yang ada. Untuk repeater ORARI untuk VHF. biasanya dupleks minus 600 kHz. Kadang-kadang menggunakan tone juga, tone bisa di-scan menggunakan fungsi tone scan di rakom. Sedangkan untuk repeater RAPI berbeda-beda, jadi pastikan offset dupleks-nya tercatat dengan benar.

Yang paling praktis adalah menyimpan frekuensi-frekuensi yang sering dipergunakan di rakom. Jadi ketika akan menggunakannya tinggal memilih nomor memori nomor berapa atau dapat ditulis menggunakan alfabet.

Pahami dan terapkan etika berkomunikasi.
Last but not least, pahami etika berkomunikasi sesuai aturan. Etika berkomunikasi di frekuensi direct berbeda dengan berkomunikasi di repeater.

Apabila berkomunikasi secara direct, biasanya ada net control atau pengendali. Ketika masuk ke suatu frekuensi, Anda wajib memperkenalkan diri dengan menyebutkan call sign (identitas anggota), dan mengucap salam kepada anggota yang sedang mengudara. Hal ini akan membuat Anda disambut dan dikenal di frekuensi yang baru dimasuki.

Sedangkan apabila berkomunikasi di repeater, biasanya tidak ada net control. Untuk berkomunikasi, bisa langsung memanggil lawan bicara pada spasi pembicaraan orang lain. Karena itu, ketika kita berkomunikasi, pastikan memberikan spasi pembicaraan yang cukup agar orang lain dapat memanggil station lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mendominasi pembicaraan di repeater, selalu berikan kesempatan kepada orang lain untuk menggunakan repeater.

Demikian tips menggunakan radio komunikasi di mobil. Semoga tips ini membuat semakin asyik berkomunikasi di mobil tanpa mengabaikan keselamatan dan etika.

Selamat berkomunikasi.

No comments:

Post a Comment